Teheran - Militer Israel pada Selasa (7/4) pagi menyerukan warga sipil Iran untuk tidak bepergian dengan kereta api atau mendekati rel kereta api hingga Selasa malam waktu Iran. Seruan ini mengisyaratkan serangan yang akan datang terhadap jaringan kereta api Iran, saat perang terus berkecamuk.
Pernyataan yang dirilis militer Israel untuk warga sipil Iran itu, seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (7/4/2026), disampaikan dalam bahasa Persia via akun media sosial X.

"Demi keselamatan Anda, kami meminta Anda untuk tidak menggunakan kereta api atau bepergian dengan kereta api di seluruh negeri mulai sekarang hingga pukul 21.00 waktu Iran," demikian pernyataan militer Israel untuk warga sipil Iran.


Militer Israel merilis imbauan itu setelah Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Katz mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Israel (IDF) telah diinstruksikan untuk "terus menyerang, dengan kekuatan penuh, infrastruktur nasional rezim teror Iran".

Israel dan Amerika Serikat (AS) berperang melawan Iran sejak akhir Februari lalu, ketika kedua negara yang bersekutu itu melancarkan serangan skala besar terhadap Teheran. Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.


Pekan ini, militer Israel mengklaim bahwa sistem pertahanan udaranya secara aktif mencegat rentetan rudal yang ditembakkan dari wilayah Iran menuju ke Israel.

"Beberapa saat yang lalu, IDF mengidentifikasi rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran menuju ke wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," kata militer Israel dalam pernyataannya, seperti dilansir Gulf News.

Meskipun militer Israel mengklaim gelombang serangan udaranya awalnya menargetkan infrastruktur Teheran, balasan rudal-rudal Iran membuat penduduk di seluruh Israel harus berlindung di tempat perlindungan bom.